5 Tips Sederhana Merawat Laptop Anda Agar Tetap Awet

5 Tips Merawat Laptop Supaya Awet dan Tahan Lama

 

Sejak masuknya Corona Virus Disease (Covid-19) ke Indonesia, membuat beberapa aktivitas menjadi terbatas, sehingga beberapa aktivitas kantor dan sekolah dihentikan dan diterapkan working from home (WFH) atau studying from home (SFH).

Selama kamu melakukan working from home (WFH) atau studying from home (SFH), laptop menjadi salah satu perangkat yang sangat vital untuk mengerjakan pekerjaan atau tugas di rumah.

Definisi laptop berdasarkan KBBI adalah komputer pribadi yang agak kecil, yang dapat dibawa-bawa dan dapat ditempatkan di pangkuan pengguna, terdiri atas satu perangkat yang mencakup papan tombol, layar tampilan, mikroprosesor, biasanya dilengkapi dengan baterai yang dapat diisi ulang

Laptop jangan hanya digunakan, tetapi perlu juga dirawat, berikut 5 cara merawat laptop supaya awet:

1. Jangan menggunakan laptop di atas kasur

Belajar, bekerja, atau berselancar di dunia maya dengan laptop di atas kasur sangatlah nyaman. Tetapi perlu diperhatikan, bahwa menggunakan laptop di atas kasur menyebabkan udara panas dari dalam laptop tidak keluar dengan sempurna sehingga dapat menyebabkan laptop mengalami overheat.

2. Jauhkan minuman dan makanan dari laptop

Menaruh minuman di dekat laptop akan sangat berisiko apabila minuman tersebut tumpah pada laptop dan menyebabkan kerusakan pada perangkat keras. Begitu juga dengan makanan, apabila makanan atau sisa makanan jatuh pada selah keyboard. Hal tersebut dapat mengganggu kinerja keyboard pada laptop.

3. Jangan menaruh barang berat di atas laptop

Hindari juga menaruh barang berat di atas laptop, karena akan menyebabkan kerusakan pada layar atau komponen laptop. Simpan laptop pada tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung dan masukan ke dalam tas laptop apabila selesai digunakan.

4. Jangan sembarangan mengunduh perangkat lunak dari internet

Pasang antivirus pada laptop untuk mencegah masuknya virus, berhati-hati dalam mengunduh perangkat lunak. Unduh perangkat lunak dari situs web resmi. Gunakan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan, terlalu banyak perangkat lunak yang terpasang pada laptop akan membuat kinerja laptop menjadi berat.

5. Perhatikan suhu laptop

Menggunakan laptop terlalu lama akan membuat laptop mengalami overheat dan akan membahayakan komponen di dalam laptop seperti harddisk dan motherboard. Perhatikan suhu laptop dengan memasang perangkat lunak yang dapat memonitor suhu laptop.

Dengan informasi 5 hal cara merawat laptop di atas, kamu bisa menjaga dengan baik laptopmu dan mendukung pelaksanaan WFH dan SFH kamu. Selamat bekerja dan belajar.

6 Tips Cara Merawat Komputer

Tips Cara Merawat Komputer

 

 

Menggunakan komputer rutin setiap hari akan membutuhkan kesadaran bahwa kamu perlu merawatnya agar awet dan tidak mudah rusak. Mungkin selama ini kamu tahu cara merawat komputer yang baik tapi belum maksimal.

Merawat komputer tak hanya melulu mengenai merawat perangkat kerasnya saja seperti merawat mesin, merawat motherboard, LCD, maupun keyboardnya, namun juga perlu diperhatikan juga cara merawat software atau perangkat lunak di dalam komputer itu sendiri.

Satu hal yang mudah dilakukan dalam merawat hardware adalah bahwa hal ini mudah dilakukan karena mudah dilihat oleh mata.

Membersihkan debu dan kotoran yang menempel pada komputer perlu dilakukan paling tidak 3 bulan sekali. Debu yang menempel apabila tidak segera dibersihkan maka akan menjadi keras dan semakin sulit untuk dibersihkan.

Untuk bagian luar dari komputer mungkin debu mudah dilihat dan mudah dibersihkan, namun bagaimana dengan debu di dalam PC ? Kamu hanya perlu menggunakan kuas cat yang kecil atau sikat yang halus untuk membersihkan bagian dalamnya.

1. Menjaga Aliran Listrik

Menjaga aliran listrik juga perlu kamu ketahui loh, guys. Kamu disarankan menggunakan stavolt atau UPS (Uninterruptible Power Supply) saat menggunakan komputer.

Stavolt banyak digunakan orang karena fungsinya yang dapat menstabilkan daya listrik pada komputer. Sedangkan UPS adalah alat yang dapat menyediakan daya cadangan saat listrik padam.

Keduanya sangat penting untuk dapat menstabilkan aliran listrik di dalam komputermu, guys. Hal ini supaya tidak terjadi kerusakan ketika listrik padam saat komputer tengah bekerja.

Jangan lupa juga gunakan kipas angin di dekat CPU dan monitor, hal ini untuk mencegah komputer menjadi tidak cepat panas. Suhu komputer juga perlu kamu perhatikan jika ingin komputermu tetap awet.

Menjaga aliran listrik ini merupakan salah satu cara untuk merawat komputer kamu dari sisi luar atau hardware.

2. Scan Antivirus

Langkah selanjutnya untuk merawat sistem di dalam komputer kamu adalah dengan melakukan scan ativirus yang terupdate. Sistem komputer kita merupakan sistem yang mudah sekali terserang virus.

Jika kamu merasa dengan menginstall 1 antivirus saja sudah cukup, sebaiknya kamu pikir kembali. Bahkan antivirus yang sudah kadaluarsa pun dapat berubah menjadi virus di dalam sistem komputermu.

Selalu update antivirus di dalam komputermu supaya makin optimal bekerja dalam mengamankan komputermu dari serangan virus, malware, spyware atau program berbahaya yang lain.

3. Defrag Harddisk

Selain menghapus file-file sampah secara manual, kamu juga perlu melakukan harddisk defragment. Defragment ini fungsinya untuk mengakses file dengan lebih cepat dengan cara memproses penulisan ulang data atau file yang terpisah menjadi satu bagian yang utuh.

Defragment ini dapat dilakukan secara terjadwal di Windows 7 dan Windows yang diproduksi setelahnya. Namun kamu juga dapat melakukan defragment secara manual.

Kamu hanya memerlukan aplikasi bernama Disk Defragmenter.

Caranya adalah sebagai berikut :

Buka menu Start
Klik All Programs
Pilih Accessories
Pilih System Tools
Klik Disk Defragmenter
Namun jangan lupa, sebelum kamu melakukan proses defragment, kamu perlu melakukan analisa terlebih dahulu terhadap file yang akan kamu defrag karena tidak semua file perlu didfragment.

Klik tombol Analyze pada file yang kamu ingin cek untuk mengetahui tingkat fragmentasinya. Kamu dapat melakukan proses defragment jika tingkat fragmentasinya lebih dari 10%. Jika kurang dari 10%, kamu dapat melakukannya di lain waktu.

4. Uninstall Aplikasi atau Program yang Sudah Tidak Dipakai

Langkah selanjutnya yang merupakan salah satu cara merawat komputer yang paling berhasil adalah dengan cara uninstall aplikasi atau program yang sudah tidak kamu pakai di dalam komputermu.

Sama dengan file-file yang sudah tidak kamu gunakan, aplikasi dan program yang lama pun perlu kamu bersihkan dengan cara uninstall atau dilepas pemasangannya.

Jika kamu masih menyimpan aplikasi atau program yang sudah tidak kamu pakai, maka hal ini akan menghambat pekerjaan harddisk dalam membaca program yang sedang berjalan. Akibatnya beban kerja harddisk makin berat dan dapat membuat harddisk cepat rusak.

Cara menginstall seluruh program dan aplikasi yang sudah tidak terpakai sangat mudah, yaitu dengan cara berikut :

Buka Control Panel
Pilih Programs
Klik uninstal programs
Pilih program atau aplikasi yang menurut kamu sudah tidak diperlukan lagi
Klik tombol Uninstal
5. Aktifkan Sistem Restore Komputer

Cara merawat komputer terakhir yang akan kita pelajari adalah dengan mengaktifkan sistem Restore pada komputer kita. Hal ini sangat penting untuk menjaga performa komputer agar tetap baik dan stabil.

Caranya hanya dengan klik kanan pada bagian icon my desktop computer, kemudian klik bagian Properties. Disitu akan langsung terlihat Tab Sistem Restore.

Disitu akan muncul tulisan Turn Off Sistem Restore On All Drives, kamu hanya perlu mengklik untuk menghilangkan tanda centang pada bagian samping kirinya. Setelah itu sistem Restore akan aktif dan bekerja dengan optimal di dalam komputer kita.

Kita sudah mempelajari 6 cara merawat komputer yang mudah untuk kamu aplikasikan dan tidak membutuhkan usaha yang besar untuk melakukannya. Semoga ilmu ini dapat bermanfaat untuk kamu ya.

5 Tips Menjaga Keyboard Laptop Agar Tetap Awet

Intip, 5 Tips Menjaga Keyboard Laptop Agar Tetap Awet

Perlu diketahui, penyebab keyboard cepat rusak adalah karena masalah sepele, lho. Seperti terkena partikel debu yang bisa mengendap di bagian bawah tombol keyboard, sehingga membuat papan ketik itu menjadi tidak bekerja saat huruf ditekan.

Agar keyboard laptopmu tetap awet dan bisa dipakai dalam jangka panjang, kamu perlu menjaganya dengan baik. Berikut ini 5 tips menjaga keyboard laptop agar tetap awet. Yuk disimak!

1. Biasakan mengetik dengan santai dan tidak terlalu keras
Apabila kamu mengetik dengan tidak santai sehingga bunyi papan ketik terdengar nyaring, maka hati-hati ya, hal ini bisa berdampak membuat lapisan dalam tombol huruf yang kamu tekan menjadi rusak. Alhasil beberapa huruf yang ada pada keyboard tak lagi bisa lagi berfungsi saat ditekan.

Oleh karena itu agar keyboard awet, maka mengetiklah dengan tidak terlalu keras menekan tombol keyboard. Dengan begitu proses mengetik pun jadi lebih santai.

2. Jangan terlalu sering menggunakan keyboard untuk bermain games
Bagi para pecinta games, keyboard akan menjadi komponen utama yang mendukung kegiatan gaming pada laptop. Alhasil, tombol-tombol pada keyboard akan sering digunakan untuk menunjang kegiatan bermain. Tapi, kalau kegiatan ini dilakukan terus menerus, bukan tidak mustahil jika sensitivitas pada keyboard akan rusak.

3. Lakukan pembersihan keyboard secara teratur
Luangkan waktumu untuk membersikan keyboard dari berbagai partikel kotoran yang masuk. Debu di celah-celah keyboard jika dibiarkan saja, debu akan terus menumpuk dan bisa masuk ke lapisan bawah. Kalau sudah demikian, tombol pada keyboard terkadang tak bisa menampilkan karakter di layar laptop saat ditekan.

4. Jauhkan keyboard dari cairanom/ Stanley Dai
Saat kamu tengah mengetik dengan laptop, usahakan agar tidak terlalu dekat dengan benda-benda cair. Jika kamu tidak hati-hati, bisa saja air tersebut tumpah dan mengenai keyboard laptopmu, hal ini bisa membuat keyboard menjadi hang dan gak bisa dipakai buat mengetik.

Lebih baik atur jarak antara laptop dan minuman yang menemanimu mengetik demi menghindari hal-hal yang dapat membuat komponen laptopmu terancam rusak.

5. Gunakan pelindung keyboard laptop
Kamu bisa membeli berbagai jenis pelindung keyboard yang sesuai dengan model laptop yang kamu pakai. Biasanya pelindung keyboard ini berbahan silikon yang bersifat elastis. Ketika kamu menggunakan proteksi keyboard ini, maka kamu berupaya untuk menjaga keyboard dari ancaman seperti debu dan juga serpihan makanan yang mungkin mengenainya.

Demikian lah 5 tips agar keyboard laptopmu tetap awet. Jangan lupa lakukan secara berkala pembersihan keyboard laptopmu ya. Dari 5 tips di atas, mana yang sudah kamu terapkan?

7 Tips Cara Merawat Hardisk Internal Maupun Eksternal

7 Tips Cara Merawat Hardisk Internal Maupun Eksternal

 

Hardisk merupakan hardware yang sangat penting mengingat fungsinya sebagai tempat penyimpanan data. Namun perawatan hardware penting ini bisa dibilang tidaklah mudah. Jika kamu menggunakan dan merawatnya dengan cara yang tidak benar, maka tingkat resiko terjadinya kerusakan hardisk sangatlah tinggi. Lalu bagaimana cara merawat hardisk yang baik dan benar?

Berikut ini merupakan langkah-langkah merawat hardisk yang baik dan benar, baik itu hardisk internal maupun eksternal:

1. Pilih Hardisk Sesuai Kebutuhan
Memilih Hardisk yang sesuai dengan kebutuhan merupakan cara ampuh untuk mengatasi kerusakan yang terjadi. Jika kamu menggunakan Hard Disk untuk pekerjaan yang cukup berat atau ya ng berhubungan dengan IT saya sarankan untuk menggunakan HDD diatas kapasitas 500GB dengan kecepatan 7200 RPM. Namun jika sebaliknya kamu hanya menggunakan hardisk untuk kegiatan normal seperti browsing, hiburan, dan kegiatan ringan lainnya cukup menggunakan HDD dibawah 500GB dengan kecepatan 5400 RPM atau lebih.

2. Jangan Terlalu Sering Menginstall Ulang
Jangan bermain-main dengan install ulang. Proses install ulang sangat berhubungan dengan keawetan hardisk karena hardisk bekerja dengan sangat kerasa ketika proses install ulang berlangsung. Jadi janganlah terlalu sering melakukan install ulang jika memang tidak diperlukan.

3. Gunakan Stabilizer atau Stavolt
Komputer yang terlalu sering mati mendadak karena putusnya listrik atau turunnya tegangan hanya akan memperpendek umur hardisk. Jika hardisk yang sedang melakukan proses menulis dan membaca data dipaksa untuk berhenti karena mati mendadak, maka piringan dalam hardisk bisa menjadi rusak. Tidak hanya itu, data-data kamu yang ada didalamnya juga bakal ikut terancam.

4. Gunakan Laptop di Meja
Selalu biasakan menggunakan laptop di meja atau obyek lain yang datar dan keras. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan posisi laptop. Menggunakan laptop di atas pangkuan berpotensi memperpendek umur hardisk karena piringan yang berputar didalamnya menjadi tidak stabil akibat goncangan atau goyangan secara terus menerus.

5. Gunakan Antivirus
Antivirus mampu membuat hardisk kamu lebih sehat karena tidak sedikit virus yang memicu berbagai masalah di hardisk. Antivirus juga bisa melindungi kamu dari berbagai masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan melakukan install ulang. Untuk itu pastikan kamu menggunakan antivirus yang up to date dan memiliki license resmi baik itu license gratis ataupun berbayar.

6. Defrag Hardisk
Seiring dengan penggunaan, data-data di hardisk akan mengalami fragmentasi dan membuat performa hardisk menurun. Untuk menghilangkan fragmen tersebut maka kamu perlu melakukan defrag ketika dibutuhkan. Kamu bisa melakukannya ketika fragmentasi sudah mencapai diatas 10%. Namun usahakan jangan terlalu sering melakukan defrag karena hal ini juga bisa mengurangi umur hardisk jika dilakukan secara berlebihan.

7. Hapus Data yang Tidak Perlu
Sebaiknya kamu secara rutin menghapus data yang tidak perlu dan menguninstall aplikasi yang sudah tidak digunakan. Hal ini penting untuk mengurangi penggunaan space di hardisk sehingga hardisk tidak bekerja terlalu keras.

Itulah 7 cara merawat hardisk internal maupun eksternal. Langkah-langkah diatas penting dilakukan jika kamu tidak ingin kehilangan data penting atau mengeluarkan biaya besar untuk mengganti hardisk yang rusak.

Tips Maksimalkan Windows 10 Supaya Performanya Tidak Lemot

11 Tips Maksimalkan Windows 10 Supaya Performanya Tidak Lemot

 

 

Saat ini Windows 10 adalah sistem operasi terbaru Microsoft yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Walau Windows 10 terbilang jauh lebih cepat dibanding pendahulunya, bukan berarti laptop kalian kebal terhadap kinerja yang lemot.

Ada 11 tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja Windows 10 di laptop maupun PC. Berikut caranya:

1. Restart Laptop/PC

Jika kalian adalah tipe orang yang terus menyalakan laptop atau PC hingga berhari-hari, coba lakukan cara ini.

Windows 10 memang akan membuat display laptop ke mode sleep, tapi semua proses yang sebelumnya dimulai akan terus berlanjut. Ini bisa terakumulasi dan melambatkan komputer.

Kalian bisa memperbaiki isu ini dengan mematikan laptop atau PC setiap hari setelah selesai digunakan.

Jangan lupa pastikan semua program yang berjalan telah ditutup dan simpan data yang sedang kalian kerjakan.

2. Update Windows 10

Microsoft terus merilis update untuk Windows 10 yang ditujukan untuk memperbaiki bug yang melambatkan kinerja sistem.

Beberapa update ini terhitung minor tapi ada juga yang membawa perubahan signifikan terhadap kinerja dan efisiensi sistem.

3. Perhatikan Aplikasi Saat Booting

Windows 10 bisa menjadi lambat karena banyaknya program yang langsung berjalan otomatis saat laptop atau PC dihidupkan.

Untuk mempercepat booting di Windos 10 kalian bisa membatasi aplikasi apa saja yang bisa berjalan saat booting.

Caranya buka Task Manager dan klik tab Startup. Di sini kalian bisa melihat aplikasi apa saja yang berjalan saat startup dan bagaimana dampaknya terhadap performa laptop.

4. Jalankan Disk Cleanup

Disk Cleanup merupakan utility yang bisa membantu kalian menghapus file-file yang tidak diinginkan seperti file sementara, halaman web offline, dan file installer. Cara mengaksesnya cukup buka menu Start dan klik Disk Cleanup.

5. Hapus Aplikasi yang Tidak Digunakan

Aplikasi yang tidak digunakan memakan tempat di harddisk kalian dan bisa menurunkan kinerja Windows 10.

Untuk melihat aplikasi apa saja yang terpasang di perangkat kalian buka Control Panel > Programs > Programs and Features > Uninstall a Program.

6. Matikan Special Effects

Windows 10 memiliki banyak animasi dan efek khusus yang ditampilkan. Tapi animasi dan efek grafis ini justru membuat laptop kalian menjadi lemot.

Untungnya, ada cara mudah untuk mengatur atau menonaktifkannya. Cukup masuk ke Control Panel > System and Security > System > Advanced system settings. Setelah itu masuk ke tab Performance dan kalian bisa memilih opsi mana yang ingin dinonaktifkan.

7. Upgrade RAM

Performa perangkat dan Windows 10 akan bisa ditingkatkan secara signifikan dengan menambah kapasitas RAM.

Jika merasa laptop kalian sudah lemot parah, coba ganti dengan RAM berukuran lebih besar yang disesuaikan dengan kebutuhan kalian sehari-hari.

8. Gunakan SSD

Harddisk drive (HDD) biasa mungkin memang lebih murah, tapi solid-state drive (SSD) bisa membuat proses startup laptop dan proses menjalankan aplikasi menjadi lebih cepat.

Pasalnya SSD menggunakan memori Flash yang memiliki kemampuan menulis dan akses lebih cepat dibanding HDD yang menggunakan disk magnetized.

9. Cek Virus dan Spyware

Virus, spyware dan malware tidak hanya berbahaya untuk keamanan tapi juga bisa membuat kinerja laptop kalian menjadi lemot.

Instal aplikasi antivirus yang terpercaya atau gunakan Windows Defender yang sudah terpasang untuk mengecek jika laptop kalian terkena virus dan melindunginya setiap saat.

10. Ganti Pengaturan Daya

Cara mengatasi Windows 10 yang lemot adalah dengan mengubah pengaturan daya baterai. Caranya masuk ke Control Panel > System and Security > Power Options.

Setelah itu klik tanda panah di sebelah kanan untuk menampilkan “additional plans” dan pilih opsi High Performance.

11. Jalankan Perawatan Sistem

Windows 10 memiliki layanan built-in yang bisa menjalankan perawatan sistem rutin seperti defragmenting harddisk, memindai update baru dan mengecek malware.

Task seperti ini biasanya berjalan di background, tapi jika kalian merasa ada perubahan di kinerja sistem kalian bisa menjalankannya secara manual.

Caranya buka menu Control Panel kemudian pilih menu System and Security. Setelah itu pilih Security and Maintenance, klik tanda panah yang menunjukkan opsi maintenance.

Setelah itu klik Start Maintenance.

Itulah tadi beberapa tips agar windows 10 lebih maksimal performanya, semoga bermanfaat.

BSoD (Blue Screen of Death)

Pengertian BSoD (Blue Screen of Death). Waaahhh…. Mungkin kata-kata ini pernah terdengar di telinga anda… Hehehehehe… Maaf nih, baru buat artikel baru. Rutinitas sekolah makin banyak nih. Hehehehehe…. Hueh.. Hmmmm… Kali ini saya akan membahas tentang Pengertian BSoD (Blue Screen of Death. Mungkin, kakak-kakak yang lagi Googling masih bingung nih cari Pengertian BSoD (Blue Screen of Death) (moga-moga ketemu blog saya ini yah… :D). Hehehehehe… Okeh, dariapada basa-basi panjang lebar gak jelas yang bikin ruwet dan ngeselin (hehehehe… sori kepanjangan ^^), langsung aja baca Pengertian BSoD (Blue Screen of Death) yang bersumber dari buku yang saya baca kali ini 😀

 

BSoD, adalah notifikasi atau pesan Error yang muncul pada sistem operasi Windows ketika terjadi suatu kegagalan sistem yang tidak bisa di recover.
Jadi gini, misal kakak-kakak lagi maen-maen aplikasi-aplikasi aneh di Laptop yang ber-sistem operasi Windows XP nih. Lah, trus muncul tampilan layar biru (bluescreen) di laptop. Terus, muncul tulisan/bacaan/notifikasi agar kita melakukan sesuatu yang diperintahkannya.

Nah, hal itu merupakan sebuah BSoD (Blue Screen of Death). Sebenarnya, terdapat dua pesan kesalahan yang terdapat pada Windows. Yaitu Blue Screen of Death dan Black Screen of Death. Tapi, para pengguna OS Windows sering menjumpai si Blue Screen. Saya akan memberikan pesan-pesan BSoD (Blue Screen of Death) yang sering dijumpai.

 

Berikut pesan-pesan BSoD yang sering dijumpai pengguna OS Windows :

 

NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0x00000023)
Pesan ini menunjukkan bahwa kesalahan ada pada partisi harddisk dan bukan harddisk-nya.

DATA_BUS_ERROR
Pesan ini disebabkan oleh slot memory di motherboard terganggu/rusak.

PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA
Pesan ini disebabkan oleh adanya kerusakan hardware, termasuk memory utama, memory video card (VGA), atau memory Prosesor (L2 Cache).

IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)
Pesan ini biasanya disebabkan oleh ketidak cocokan driver yang di-instal pada komputer. Driver pada komputer, tidak semua bisa compatible/cocok. Misalnya anda mengganti sebuah VGA Card yang lama dengan VGA Card yang baru tetapi anda tidak meng-uninstall driver VGA Card anda yang lama. Hal ini mungkin bisa menyebabkan BSoD.

UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)
Pesan ini disebabkan oleh overclock hardware yang berlebihan, komponen kepanasan, BIOS yang korup dan memory (RAM) atau Prosesor yang cacat.

INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE
Pesan ini disebabkan oleh kesalahan dalam meng-konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan driver chipset.

VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE
Seperti pada pesan diatas. Pesan ini disebabkan oleh instalasi driver Video Card (VGA) yang kurang sempurna, restart pada saat instalasi atau dapat juga dikarenakan kesalahan dalam instalasi driver.

BAD_POOL_CALLER
Pesan ini disebabkan oleh driver yang tidak compatible/cocok.

PEN_LIST_CORRUPT
Pesan ini disebabkan oleh kerusakan pada RAM.

MACHINE_CHECK_EXPECTION
Pesan ini disebabkan oleh cacatnya pada CPU, atau hardware yang di-overclock secara agresif, serta power supply (Power Supply Unit/PSU) yang kekurangan daya atau rusak.
Okeh, berlanjut pada cara penanggulangannya :

Apabila yang menyebabkan BSoD adalah driver yang rusak atau salah, maka anda harus meng-uninstal driver tersebut. Biasanya hal ini terjadi ketika anda sedang menginstal driver untuk sebuah hardware. Jadi, usahakan pada saat menginstal suatu hardware, sebaiknya uninstal dahulu driver hardware yang lama.
Usahakan pada saat instalasi suatu driver harus dengan sempurna. Biasanya BSoD terjadi pada saat instalasi driver lalu terjadi mati lampu atau konslet. Jadi, anda harus menginstal ulang lagi driver hardware tersebut.
Jika yang menyebabkan BSoD adalah partisi harddisk yang rusak, anda bisa memeriksa kabel PATA atau SATA pada harddisk. Lalu lakukan partisi ulang pada harddisk. Tapi sebelumnya, apabila terdapat data yang bisa diselamatkan, sebaiknya selamatkan dulu data-data anda lalu lakukan partisi ulang.
Jika pesan BSoD disebabkan oleh hardware yang panas atau over-heat, anda bisa memberikan kipas/fan tambahan pada CPU. Atau dengan menempatkan PC pada tempat yang tidak terlalu panas.
Jika BSoD disebabkan oleh software, sebaiknya anda menginstal ulang komputer anda.
Sebaiknya kurangi overclock pada hardware di PC. Karena bisa menyebabkan kerusakan pada PC.
Apabila BSoD disebabkan oleh kerusakan Memory RAM, BIOS, Prosesor,VGA Card, dan lain-lain, sebaiknya anda membawa PC anda ke tempat reparasi komputer. Karena kasus ini lumayan berat dan cukup menghabiskan kantong. T.T

Oya, apabla terdapat pesan BSoD yang tidak anda ketahui, anda bisa membaca pesan pada Blue Screen. Jadi, intinya BSoD ini adalah pesan yang digunakan oleh OS Windows untuk memberitahukan kepada anda bahwa terjadi kejanggalan atau kesalahan pada sistem komputer anda

Begini Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Install Windows 10

Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai menginstall Windows 10?
Simak panduan lengkap untuk menginstal Windows! Jika Anda ingin memperbarui atau menginstal ulang sistem operasi Windows di komputer Anda, artikel ini akan memberikan petunjuk langkah demi langkah yang mudah diikuti. Dari mempersiapkan perangkat Anda hingga menyelesaikan proses instalasi, kami akan membantu Anda melalui setiap langkah dengan jelas dan terperinci Versi Nusatec ,Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai petualangan instalasi Windows Anda dan perbarui pengalaman komputasi Anda!
1. Pastikan baterai laptop atau kecukupan daya listrik

Pastikan laptop atau PC yang sedang diinstall terhindar dari risiko mati di tengah proses install. Oleh karena itu pastikan kecukupan baterai atau sumber daya listriknya sebelum mulai menginstall.

Kalau memang dirasa butuh stop kontak, ya sediakan di dekat perangkat laptop atau PC yang akan diinstall. Jika butuh UPS karena kawatir listrik padam secara tiba-tiba, ya siapkan UPS. Karena proses install Windows 10 ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Bahkan bisa lebih, tergantung performance perangkat yang akan kita install dengan Windows 10.

2. File software Windows 10

File software Windows 10 bisa dalam bentuk VCD atau tersimpan dalam flashdisk. Jika file dalam bentuk VCD, maka pastikan perangkat laptop atau PC yang akan diinstall memiliki hardware yang mendukung untuk membaca file dalam bentuk VCD. Ada VCD/DVD drive-nya. Boleh pakai yang portable jika memang terpaksanya harus pakai drive portable.

Namun, kayaknya di zaman seperti sekarang ini sudah jarang pakai DVD drive untuk proses install program-program komputer. Saat ini beberapa software program komputer bisa dengan mudah kita dapatkan melalui internet. Tinggal download, simpan di drive, lalu gunakan. Bahkan gratis.

Termasuk software Windows 10 ini yang juga bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tinggal download aja, gratis.

Barangkali masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan selain ketiga poin diatas. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. Hanya saja untuk kedua hal di atas jangan sampai terlewatkan dari persiapan sebelum menginstal.

Kelebihan dan Kekurangan Windows 10
Beberapa kelebihan Windows 10 yang membuat seseorang tertarik untuk memilihnya, antara lain: fitur-fitur yang ditawarkan pada Windows 10 terlihat lebih modern. Seperti fitur synchronize berbagai device, juga adanya fitur penyimpanan cloud melalui OneDrive. Tentu saja dengan adanya fitur ini memudahkan pengguna Windows 10 mengakses data-data dan tak perlu pusing dengan penyimpanan data dalam skala besar.

Kabarnya juga Windows 10 ini performancenya sangat baik untuk gaming. Karena Windows 10 dilengkapi dengan DirectX 12 dan game mode yang berguna untuk meningkatkan performa saat memainkan game.

Selain kelebihan tentu ada kekurangan. Dari beberapa orang mengatakan bahwa sering kali terganggu dengan updating Windows 10 yang cenderung lebih sering dibanding versi windows lainnya. Hal ini bikin tidak nyaman pengguna.

Selain itu program-program yang disediakan di WindowsSstore juga belum banyak. Padahal ada beberapa aplikasi penting yang tidak bisa dijalankan di Windows 10.

Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan dan kekurangan Windows 10. Namun, secara garis besar Windows 10 sangat memuaskan untuk dijalankan pada laptop atau PC yang kita miliki.

Cara Install (Ulang) Windows 10 Lengkap dengan Flashdsik
Seperti yang saya singgung di atas tadi bahwa, cara instal Windows 10 itu bisa melalui dua cara. Antara lain menggunakan file software yang berbentuk VCD dan menggunakan file software yang tersimpan di flashdisk. Untuk tutorial kali ini saya akan fokus pada cara yang kedua, yaitu cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Karena menurut saya ini cara paling mudah dan bisa diterapkan untuk perangkat laptop yang tidak memiliki DVD drive sekalipun.

Kita tahu bahwa saat ini banyak perangkat laptop yang tidak memiliki hardware DVD drive. Sedangkan semua laptop maupun PC tentu memiliki port USB yang bisa kita gunakan untuk menyambungkan dengan flashdisk. Nah, bagaimana cara instal Windows 10 dengan flashdisk?

1. Membuat Bootable Windows 10 di Flashdisk
Yang harus dilakukan pertama adalah membuat bootable Windows 10 pada flashdisk. Selain flashdisk juga bisa pakai microSD dengan card reader. Kita hanya butuh perangkat komputer seperti laptop atau PC, flashdisk, dan file Windows 10 untuk membuatnya. Dengan catatan kapasitas flashdisk atau microSD yang kita pakai adalah berukuran minimal 8 GB. Karena besarnya file Windows 10 sekitar 4 GB lebih.

Untuk file software yang perlu disiapkan, antara lain: Rufus versi portable dan Windows 10 dalam format file ISO. Jika belum punya file Windows 10, silakan download menggunakan Windows ISO Downloader. Begitu juga dengan Rufus, jika belum punya bisa download di website resminya rufus.akeo.ie.

Tampilan aplikasi Rufus
Sampai tahap ini saya anggap teman-teman sudah memiliki file Rufus dan Windows 10. Sehingga saya akan lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu membuat bootable Windows 10 di flashdisk.

Pertama, nyalakan laptop atau PC.

Kedua, pastikan file Rufus dan Windows 10 sudah tersimpan di laptop atau PC.

Ketiga, sambungkan flashdisk atau microSD ke laptop.

Keempat, double klik pada file rufus.exe. Jalankan aplikasinya. Pada pilihan ‘Create a Bootable Disk Using’ klik pada gambar CD, lalu akan terbuka jendela baru. Pilih file Windows 10 dengan format ISO yang sudah tersimpan di drive laptop sebelumnya. Kemudian klik ‘Open’ untuk mlanjutkan.

Kelima, pada kolom ‘Device’ pilih flasdisk yang kita sambungkan ke laptop tadi. Kemudian pada kolom ‘Partition scheme and target system type’ pilih ‘GPT partition scheme for UEFI’ dengan catatan, bootable ini nantinya akan kita jalankan pada komputer baru atau yang belum terinstal Windows sama sekali. Jika nantinya kita akan instal Windows 10 pada komputer lama atau instal ulang, maka pilihan partition scheme kita ubah ke pilihan ‘MBR partition scheme.’

Kemudian kolom ‘File system’ isi dengan pilihan ‘FAT32’, sedangkan kolom ‘Cluster size’ isi dengan pilihan default saja. Untuk kolom ‘new value label’ bisa kita tulis “Windows 10” sebagai nama file yang nantinya tersimpan di flashdisk.

Keenam, klik ‘Start’ dan setelah selesai, maka flashdisk kalian sudah siap untuk digunakan untuk menginstal Windows 10 di laptop atau PC. Kemudian klik ‘Close’ untuk menutup aplikasi Rufus.

2. Mengubah Boot Priority pada BIOS
Untuk bisa melanjutkan proses Instal Windows 10 dengan Flashdisk. Kita harus mengubah terlebih dulu boot priority pada BIOS di laptop atau PC yang akan kita instal. Ikuti langkah-langkah berikut:

Pertama, sambungkan flashdisk yang sudah kita isi dengan bootable Windows 10 ke port USB laptop atau PC yang akan kita instal.

Kedua, nyalakan laptop atau PC dengan menekan tombol power.

Ketiga, masuklah ke BIOS dengan cara menekan tombol ESC pada keyboard atau tombol F2, F4, F8, F9, atau F12, tergantung masing-masing laptop. Biasanya setiap laptop atau PC memiliki cara yang berbeda untuk bisa masuk ke BIOS. Sebelum melakukannya, pastikan kalian sudah membaca petunjuknya.

Keempat, ubah settingan prioritas booting ke flashdisk. Pada pilihan pertama, silakan ubah ke pilihan ‘USB’ sedangkan settingan lainnya biarkan default saja. Setelah selesai, silakan save dan keluar. Maka laptop atau PC akan restart.

3. Proses Instalasi Windows
Setelah restart, laptop atau PC akan mulai proses instal Windows 10. Biarkan loading hingga muncul sebuah jendela dari Windows yang meminta untuk setup bahasa dan waktu untuk komputer yang sedang kalian instal. Biarkan saja seperti itu, lalu klik ‘next’.

Pertama, Klik ‘Instal Now’ untuk memulai proses selanjutnya.

Kedua, pada jendela Activate Windows, pilih saja ‘I don’t have active key’

Ketiga, pilih system Windows yang akan diinstal. Pilih saja ‘Windows 10 pro’ lalu klik ‘Next’

Keempat, centang ‘I accept the licence term’ lalu klik ‘Next’

Kelima, pada jendela baru akan muncul dua pilihan, ‘Upgrade’ dan ‘Custom’, pilih ‘Custom’. Maksud dari ‘Upgrade’ di sini adalah jika kita hendak memperbarui sistem lama dengan yang baru tanpa menghapus aplikasi dan tanpa mengubah file yang ada di laptop atau PC. Sedangkan pilihan ‘Custom’ ini kita pilih ketika hendak menginstal Windows yang baru pada laptop atau PC.

Keenam, selanjutnya kalian harus membuat partisi penyimpanan file untuk laptop atau PC. Caranya: klik ‘Drive 0’ kemudian klik ‘New’ kemudian kalian bikin drive C. Isikan kolom size sesuai dengan ukuran drive yang diinginkan. Usahakan untuk Drive C minimal 40.000 MB. Setelah itu klik ‘Apply’ klik ‘Ok’.

Ketujuh, setelah partisi Drive C selesai dibuat, klik ‘Drive 0 unallocated space’ lalu klik ‘New’ lalu klik ‘Apply.’ Drive ini yang nantinya akan menjadi Drive D pada laptop atau PC. Kalau kalaian ingin membagi lagi menjadi dua partisi, silakan dibuat dengan cara yang sama seperti di atas. Sehingga nanti di laptop atau PC akan ada Drive C, D, E dan seterusnya sesuai dengan jumlah partisi yang kalian buat.

Kedelapan, pilih partisi Drive C yang tadi kalian buat, lalu klik ‘Next’ maka proses instal windows 10 akan mulai berjalan. Proses ini biasanya akan memakan waktu beberapa menit. Kalian tunggu saja. Jika proses selesai, maka laptop atau PC akan restart sendiri.

4. Pengaturan Dasar Windows 10
Tahap selanjutnya pada proses instal Windows 10 adalah pengaturan dasar Windows pada laptop atau PC. Di sini ada dua pilihan yang ditawarkan oleh Windows. Ada pilihan ‘Use Express Settings’ dan ‘Customize’ yang tertera pada jendela. Pilihan ‘Use Express Settings’ ini jika kalian ingin menggunakan pengaturan otomatis dari Windows.

Biasanya settingan akan dibuat default. Jika kalian ingin mengatur settingan dasar sendiri, silakan pilih ‘Customize’ untuk mengatur sesuai dengan keinginan.

Namun, ada juga jendela Windows yang langsung menyajikan pilihan dasar pengaturan. Biasanya akan muncul pilihan “region” untuk setting awal. Silakan pilih Negara tempat kalian tinggal sat ini. Kemudian klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Lalu klik ‘US’ untuk pilihan keyboard layout, lalu klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Kemudian klik ‘Skip’ untuk pilihan second layout, pilihan connect internet.

Selanjutnya adalah setting identitas pemilik PC. Ketikkan nama kalian atau pemiliki PC, klik ‘Next’. Ketikkan password yang kalian inginkan, atau biarkan kosong saja jika tidak ingin melindungi PC anda dengan password, lalu klik ‘Next.’

Pada pengaturan Privacy Setting bisa tetap menggunakan default saja, lalu klik ‘Accept.’ Tunggu beberapa menit, maka windows 10 sudah selesai terinstal di laptop atau PC kalian. Selanjutnya tinggal instal driver pendukung yang dibutuhkan. Seperti driver wifi, VGA, dan lain sebagainya.

Di tutorial ini kami tidak akan mengulas bagaimana caranya menginstal driver pendukungnya, barangkali di lain kesempatan akan kami ulas dalam bahasan tersendiri. Atau jika kalian ingin tahu, bisa search di google aja. Ada banyak informasi terkait teknis penginstalan program komputer.

Cara Instal Ulang Windows 10
Lalu bagaimana dengan laptop atau PC yang sebelumnya sudah terinstal Windows 10 dan ingin instal ulang? Apakah caraya sama dengan langkah-langkah penginstalan Windows pada laptop atau PC baru?

Memang tidak lengkap rasanya kalau kami hanya mengulas mengenai cara instal Windows 10 tanpa mengulas juga bagaimana cara melakukan instal ulangnya. Karena kan tidak semua laptop atau PC yang diinstal Windows 10 itu sebelumnya belum pernah terinstal Windows.

Ada kalanya laptop atau PC yang sudah terinstal Windows 10 mengalami gangguan atau merasa performancenya kurang OK. Nah, dalam hal ini kadang solusi instal ulang Windows menjadi jalan terbaik.

Dengan adanya fitur Refresh dan Reset pada Windows 10 memungkinkan kita untuk melakukan instal ulang tanpa butuh file instalasi lagi. Tidak perlu CD, VCD, atau flashdisk yang berisi installer Windows 10. Kita cukup manfaatkan fitur Refresh dan Reset yang disediakan oleh Windows 10.

Memang secara umum fitur Refresh dan Reset ini hampir sama, tapi perlu dicermati sebelum menggunakannya. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mengembalikan system Windows di laptop kita ke dalam keadaan seperti semula saat pertama kali diinstal. Namun, sebenarnya keduanya berbeda. Apa saja sih perbedaannya?

Jika kita menggunakan fitur Refresh, maka file pribadi dan program-program modern tidak akan hilang karena terhapus. Berbeda kalau kita menggunakan fitur Reset. File pribadi dan program modern akan terhapus ketika kita memilih menggunakan fitur Reset. Karena fitur Reset ini akan melakukan proses reinstal yang kemudian memformat ulang hard disk laptop atau PC.

Yang dimaksud sebagai program modern di sini adalah program yang tersedia di Windows Store. Kalau tidak salah, program-program modern ini mulai diperkenalkan sejak lahirnya Windows 8.

Untuk pertimbangan penggunaan Refresh atau Reset, tentu butuh kecermatan menilai masalah yang ada pada laptop. Memang rekomendasinya adalah dicoba dulu fitur Refresh untuk mengatasi masalah. Kalau memang setelah dilakukan Refresh belum juga mengatasi masalah, maka silakan menggunakan fitur Reset. Dengan catatan: lakukan back up data terlebih dahulu sebelum melakukan instal ulang Windows 10.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Desktop
Silakan buka start menu, lalu pilih Settings.

Pilih ‘Update & Service’ pada jendela yang disajikan.

Klik ‘Recovery’ yang ada pada kolom sebelah kanan di jendela.

Klik ‘Get Started’ pada pilihan Reset this PC.

Pilih ‘Keep my files’ jika kalian tidak ingin kehilangan file di laptop, atau pilih ‘Remove everything’ jika ingin me-reset Windows 10 di laptop atau PC kalian.

Tunggu beberapa saat hingga proses selesai.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Boot Menu
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan Refresh dan Reset Windows 10 melalui boot menu. Cara pertama, silakan ikuti langkah-langkah berikut:

Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Power’
Kemudian klik tombol ‘Restart’ dibarengi dengan menekan tombol Shift pada keyboard.
Pada jendela yang terbuka, pilih ‘Troubleshoot.’
Selanjutnya pilih ‘Refresh your PC’ jika kalian ingin melakukan Refresh, atau pilih ‘Reset’ jika kalian ingin me-reset windows 10 laptop kalian.
Tunggulah beberapa menit, bisa dengan sambil minum kopi atau menghabiskan camilan.
Cara Refresh dan Reset Windows 10 di Laptop
Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Settings’
Kemudian pilih ‘Update & Security’
Klik ‘Recovery’ yang ada pada jendela
Klik ‘Restart Now’ yang ada pada bagian Advance Startup
Maka kemudian akan disajikan langkah-langkah seperti cara yang pertama tadi.
Cara instal ulang Windows 10 dengan Flashdisk
Instal ulang Windows 10 dengan flashdisk ini sebenarnya jarang dilakukan. Karena adanya fitur Refresh dan Reset tadi yang cenderung lebih mudah dan praktis. Namun, bukan berarti cara ini tidak penting untuk diketahui. Ada baiknya jika kita juga paham bagaimana cara instal ulang Windows 10 dengan flasdisk.

Yang pertama harus disiapkan adalah flashdisk yang sudah dibuat bootable Windows 10 di dalamnya. Caranya sama seperti yang sudah dijabarkan di awal tadi.

Sedangkan langkah-langkah instal ulang Windows 10 dengan flashdisk adalah sama dengan yang sudah kami jelaskan di awal mengenai cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Jadi, silakan ikuti langkah-langkahnya saja, ya?

Nah, demikianlah tutorial dari kami tentang cara install Window 10 lengkap dengan langkah-langkah praktis. Silakan dipelajari dan dipahami sebagai bahan panduan dalam melakukan install Windows 10 di laptop kalian.

Jika ketika melakukan install ada kendala, silakan komen pada kolom di bawah. Agar kami bisa memantau dan membantu sekaligus menjadi referensi pembaca lain untuk mendalami panduan install Windows 10 ini. (SNs)

Jika kalian tidak ingin repot untuk install windows 10 kali bisa juga nih bawa laptop kalian ke ahlinya di Nusatec, karena di Nusatec menerima service laptop termasuk juga untuk install windows 10, tunggu apa lagi yukk ke Nusatec Sekarang !!